Tampilkan postingan dengan label tugasku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugasku. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Juni 2013
Poster Kepedulian Lingkungan
Taraaaaa...... Finally I finish my job. It's harder than edited the two photos before. I make this poster for about 1-2 weeks. I can't finish this poster in one time, it need many times until I'm satisfied by the result. And this is it, poster " Kepedulian Lingkungan" ala Bernadetta.
Senin, 17 Juni 2013
Denaturasi Protein
Denaturasi Protein Pada Pembuatan Keju
Denaturasi protein merupakan
suatu proses dimana terjadi perubahan atau modifikasi terhadap konformasi
protein, lebih tepatnya terjadi pada struktur tersier maupun kuartener dari
protein. Pada struktur tersier protein misalnya, terdapat empat jenis interaksi
pada rantai samping seperti ikatan hidrogen, jembatan garam, ikatan disulfida,
dan interaksi non polar pada bagian non hidrofobik. Adapun
penyebab dari denaturasi protein bisa berbagai macam, antara lain panas,
alkohol, asam-basa, maupun logam berat.
Masing-masing
penyebab denaturasi protein juga mengakibatkan ciri denaturasi yang spesifik.
Panas, misalnya. Panas dapat mengacaukan ikatan hidrogen dari protein namun
tidak akan mengganggu ikatan kovalennya.
Selain
oleh panas, asam dan basa juga dapat membuat protein terdenaturasi. Seperti
telah diketahui bahwa protein dapat membentuk struktur zwitter ion. Protein juga memiliki
titik isoelektrik dimana jumlah muatan positif dan muatan negatif pada protein
adalah sama. Pada saat itulah, protein dapat terdenaturasi yang ditandai dengan
membentuk gumpalan dan larutannya menjadi keruh. Pada saat ini entalpi
pelarutannya akan menjadi tinggi, karena jumlah kalor yang dibutuhkan untuk
melarutkan sejumlah protein akan bertambah. Mekanismenya adalah penambahan asam
dan basa dapat mengacaukan jembatan garam yang terdapat pada protein. Ion
positif dan negatif pada garam dapat berganti pasangan dengan ion positif dan
negatif dari asam ataupun basa sehingga jembatan garam pada protein yang merupakan
salah satu jenis interaksi pada protein, menjadi kacau dan protein dapat
dikatakan terdenaturasi.
Bentuk
protein terdenaturasi yang mengendap ini juga dapat diakibatkan oleh pengaruh
logam-logam berat. Dengan adanya logam-logam berat itu akan terbentuk kompleks
garam protein-logam. Kompleks inilah yang membuat protein akan sulit untuk
larut. Dan sama dengan ketika protein terdenaturasi akibat asam dan basa,
entalpi pelarutannya akan naik. Protein bermuatan negatif atau protein dengan pH larutan di atas
titik isoelektrik akan diendapkan oleh ion positif atau logam lebih mudah.
Sebaliknya, protein bermuatan positif dengan pH larutan di bawah titik
isoelektrik membutuhkan ion-ion negatif. Contoh ion-ion positif yang dapat
mengendapkan protein misalnya Ag+, Ca2+,Zn2+, Hg2+, Fe2+, Cu2+, dan Pb2+. Dan contoh
ion-ion negatif yang dapat mengendapkan protein misalnya ion salisilat,
trikloroasetat, piktrat, tanat, dan sulfosalisilat. Namun selain membentuk
kompleks garam protein-logam yang sukar larut, logam berat dapat menarik sulfur
pada protein sehingga mengganggu ikatan disulfida dalam protein dan menyebabkan
protein terdenaturasi pula.
Salah satu contoh denaturasi
protein dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan keju. Prinsip pembuatan keju adalah bahwa
protein dalam keju mengalami flokulasi dan mengikutkan 90% lemak susu dalam
pengolahan. Keju dapat dibuat dengan mengendapkan protein menggunakan suatu
asam. Asam tersebut dapat dihasilkan oleh bakteri atau asam yang ditambahkan.
Apabila menggunakan asam, dapat digunakan asam asetat, asam laktat, asam sitrat
dan dapat pula digunakan asam alami seperti sari buah sitrun. Susu dipanaskan
80-90ÂșC dan asam ditambahkan berupa tetesan sambil dilakukan pengadukan sampai
massa terpisah, setelah curd ditiriskan, dapat diproses lebih lanjut.
Teknik
dan variasi pembuatan keju dapat dilakukan/dikembangkan menurut kreativitas
yang tak terbatas. Misalnya dengan penambahan biji-bijian, herba, minuman
beralkohol, potongan buah-buahan dan pewarna ke dalam curd. Pewarna
yang digunakan biasanya adalah merah annatto.Penambahan garam ke dalam
keju biasanya adalah untuk menurunkan kadar air dan sebagai pengawet.
Di
dunia terdapat beragam jenis keju. Menurut Daulay, namun seluruhnya memiliki prinsip dasar yang
sama dalam proses pembuatannya, yaitu:
1
Pasteurisasi
susu: dilakukan pada susu 70°C, untuk membunuh seluruh bakteri pathogen.
2
Pengasaman
susu. Tujuannya adalah agar enzim rennet dapat bekerja optimal.
Pengasaman dapat dilakukan dengan penambahan lemon jus, asam tartrat, cuka,
atau bakteriStreptococcus lactis. Proses fementasi oleh streptococcus
lactis akan mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat sehingga
derajat keasaman (pH) susu menjadi rendah danrennet efektif bekerja.
3
Penambahan
enzim rennet. Rennet memiliki daya kerja yang kuat, dapat digunakan
dalam konsentrasi yang kecil. Perbandingan antara rennet dan susu
adalah 1:5.000. Kurang lebih 30 menit setelah penambahan rennet ke
dalam susu yang asam, maka terbentuklah curd.Bila temperatur sistem
dipertahankan 40 derajat celcius, akan terbentuk curd yang padat.
Kemudian dilakukan pemisahan curd dari whey.
4
Pematangan
keju (ripening). Untuk menghasilkan keju yang berkualitas, dilakukan
proses pematangan dengan cara menyimpan keju ini selama periode tertentu. Dalam
proses ini, mikroba mengubah komposisi curd, sehingga menghasilkan
keju dengan rasa, aroma, dan tekstur yang spesifik. Hal ini dipengaruhi oleh
kondisi penyimpangan seperti temperatur dan kelembaban udara di ruang tempat
pematangan. Dalam beberapa jenis keju, bakteri dapat mengeluarkan gelembung
udara sehingga dihasilkan keju yang berlubang-lubang.
Daftar Pustaka
-----. 2011. Chemistry
The Central of Science.Denaturasi Protein.
http://bisakimia.com/2012/11/11/denaturasi-protein/. Diakses pada
26 Mei 2013
----.
Science Biotek untuk Semua. Struktur
Molekul Protein. 2010. http://sciencebiotech.net/struktur-molekul-protein/ . Diakses pada 26 Mei 2013
Kamis, 13 Juni 2013
Mouse Praktis LG LSM 100
Dengan adanya kemajuan jaman, semua alat
didesign sepraktis mungkin. Semua alat elektronik dibuat dalam bentuk mini
sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana. Dengan sebutan portable, semua alat
kini bisa berada dalam genggaman. Tak terkecuali scanner, alat yang biasanya
menyatu dengan printer dengan ukuran besar, kini bisa terrealisasi dengan
adanya mouse yang merangkap menjadi scanner. LG LSM Mouse Scanner adalah
jawabannya.
Di samping kepraktisannya yaitu dengan bentuk
mouse yang ringan, Scanner ini memiliki teknologi OCR (Optical Character
Recognition) yaitu aplikasi yang
berfungsi untuk men scan gambar pada image dan dijadikan text, dan aplikasi ini
juga bisa menjadi support /aplikasi tambahan untuk scanner. Dengan adanya OCR,
Image yang bertulisan tangan, tulisan mesin ketik atau computer text, dapat
dimanipulasi. Text yang discan dengan OCR dapat dicari kata per kata atau per
kalimat. Dan setiap text dapat dimanipulasi, diganti, atau diberikan barcode. Hasil
scanning tersebut, text-nya dapat dikenali dan diubah
ke format MS- Office (Word, Excel, PowerPoint dll). Hasil pemindaian menggunakan LG mouse
scanner ini bisa menyimpan gambar ke format image PNG, JPG, TIFF dan BMP. Bahkan
teman-teman juga bisa langsung share dokumen tersebut ke
Facebook atau Ttwitter dan Flickr.
Dengan adanya teknologi ini dalam Mouse,
teman-teman bisa melakukan scanning dengan mudah dan cepat, jika harus
menyisipkan kata atau gambar, semuanya bisa lebih mudah.
LG LSM-100 mouse scanner ini juga bisa
menyediakan fitur zoom serta pengaturan / editing gambar sederhana, misalnya
mengatur kontras dan kecerahan gambar hasil scan. Anda juga mengganti warna
background gambar, melakukan rotasi gambar dan melakukan crop atau menghapus
sebagian gambar hasil scan tersebut.
Cara menggunakan mouse scanner ini pun cukup mudah, teman-teman cukup menekan tombol scan di samping mouse
sebelah kiri (menggunakan ibu jari), maka kalian sudah memulai melakukan pemindaian pada
dokumen. Hasil gerakkan mouse merupakan proses pemindaian yang bisa langsung
dilihat di layar monitor.
Cara menginstal
mouse scanner ini tidak rumit, dengan tampilan yang lucu semakin memudahkan
kita menginstal mouse scanner ini.
Harga mouse
scanner canggih ini sekitar 1 juta, cukup sebanding dengan kepraktisan yang
ditawarkan dengan teknologi ini.
Kamis, 04 April 2013
Penyakit Penimbunan Glikogen
Glikogenosis
Glikogenosis (Penyakit penimbunan glikogen) adalah sekumpulan penyakit keturunan yang disebabkan oleh tidak adanya 1 atau beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi glikogen atau mengubah glikogen menjadi glukosa (untuk digunakan sebagai energi).
Pada glikogenosis, sejenis atau sejumlah
glikogen yang abnormal diendapkan di dalam jaringan tubuh, terutama di hati.
Gejalanya timbul sebagai akibat dari
penimbunan glikogen atau hasil pemecahan glikogen atau akibat dari
ketidakmampuan untuk menghasilkan glukosa yang diperlukan oleh tubuh.
Usia ketika timbulnya gejala dan
beratnya gejala bervariasi, tergantung kepada enzim apa yang tidak ditemukan.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil
pemeriksaan terhadap contoh jaringan (biasanya otot atau hati), yang
menunjukkan adanya enzim yang hilang.
Pengobatan tergantung kepada jenis
penyakitnya.
Untuk membantu mencegah turunnya kadar
gula darah, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat dalam porsi
kecil sebanyak beberapa kali dalam sehari. Pada beberapa anak yang masih kecil,
masalah ini bisa diatasi dengan memberikan tepung jagung yang tidak dimasak
setiap 4-6 jam. Kadang pada malam hari diberikan larutan karbohidrat melalui
selang yang dimasukkan ke lambung.
Penyakit penimbunan glikogen cenderung
menyebabkan penimbunan asam urat, yang dapat menyebabkan gout dan
batu ginjal. Untuk mencegah hal tersebut seringkali perlu diberikan
obat-obatan.
Pada beberapa jenis glikogenesis, untuk
mengurangi kram otot, aktivitas anak harus dibatasi.
Jenis & Karakteristik Penyakit Penimbunan Glikogen
Jenis & Karakteristik Penyakit Penimbunan Glikogen
Nama
|
Organ yg terkena
|
Gejala
|
Enzim yg hilang
|
Tipe O
|
Hati, otot
|
Pembesaran hati disertai penimbunan lemak di dalam sel hati (perlemakan
hati)
·
Serangan hipoglikemia (kadar gula darah yg rendah) selama
berpuasa
|
Glikogen sintetase
|
Penyakit von Gierke (Tipe IA)
|
Hati, ginjal
|
Pembesaran hati & ginjal
·
Pertumbuhan yg lambat
·
Kadar gula darah sangat rendah
·
Kadar asam, lemak & asam urat yg tinggi dalam darah
|
Glukose-6-fosfatase
|
Sel tipe IB
|
Hati, sel darah putih
|
·
Sama dengan penyakit von Gierke tetapi tidak terlalu berat
·
Jumlah sel darah putih berkurang
·
Infeksi mulut & usus berulang
|
Glukose-6-fosfatase translokase
|
Penyakit Pompe (Tipe II)
|
Semua organ
|
Pembesaran hati & jantung
|
Lisosomal glukosidase
|
Penyakit Forbes (Tipe III)
|
Hati, otot, jantung, sel darah putih
|
·
Pembesaran hati
·
Kadar gula darah yg rendah
·
Kerusakan otot
|
Sistem enzim debrancher
|
Penyakit Andersen (Tipe IV)
|
Hati, otot, jaringan lainnya
|
·
Sirosis (pada anak-anak)
·
Kerusakan otot & gagal jantung (pada dewasa)
|
Sistem enzim brancher
|
Penyakit McArdie (Tipe V)
|
Otot
|
Kram otot selama melakukan kegiatan/aktivitas
|
Fosforilase otot
|
Penyakit Hers (Tipe VI)
|
Hati
|
·
Pembesaran hati Serangan hipoglikemia selama berpuasa
·
Seringkali tanpa gejala
|
Fosforilase hati
|
Penyakit Tarui (Tipe VII)
|
Otot kerangka, sel darah merah
|
·
Kram otot selama aktivitas fisik
·
Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
|
Fosfofruktokinase
|
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)